Selamat Datang di Media Online Ibnu Mas'ud...............Pemilik Media Online ini adalah H. Muh. Chaeruddin, Penyuluh Agama Islam Fungsional Kecamatan Depok Kabupaten Sleman...............Silakan Isi Buku Tamu terlebih Dahulu dan Tinggalkanlah Pesan Anda.............Terimakasih atas Kunjungan Anda, Semoga Bermanfaat, Amien.

Kamis, 15 September 2011

NASKAH KHUTBAH JUM'AT MINGGU INI (KEUTAMAAN IBADAH HAJI)


KEUTAMAAN IBADAH HAJI
Oleh : H. Muh Chaeruddin Ibnu Mas’ud
Penyuluh Agama Islam Kec. Depok
Marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT. atas limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada kita dengan melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya sebagai upaya kita untuk meningkatkan iman dan taqwa kepada-Nya
Beruntunglah kita, karena dalam kehidupan yang pendek ini kita memperoleh hidayah dari Allah dengan memeluk agama Islam dan memperoleh rizki atau penghidupan yang cukup. Sebab dengan Islam kita akan mendapatkan ketenteraman hidup di dunia dan keselamatan di akhirat. Kemudian dengan rizki yang cukup, kita gunakan sebagai sarana menyempurnakan ibadah kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW. bersabda :
طُوْبَى لِمَنْ هُدِيَ لِلْاِسْلاَمِ , وَكَانَ عَيْشُهُ كَفَافًا وَقَنَعَ
“Sungguh beruntunglah bagi orang yang mendapat hidayah memeluk agama Islam dan penghidupannya cukup serta tenang dan menerima.” ( HR. Turmudzi )
Pada khutbah siang ini saya akan menyampaikan tentang hikmah ibadah haji. Ibadah haji adalah rukkum Islam yang kelima dan merupakan kewajiban setiap muslim yang telah mampu serta memenuhi persyaratan, artinya bagimereka yang sudah ada biaya dan sehat jasmani maupun rohani serta tidak ada udzur atau halangan. Allah berfirman :
وَللهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ الله َغَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِيْنَ
“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari ( kewajiban haji ), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Ali Imran : 96)
Dalam Islam melaksanakan ibadah yang paling banyak mengeluarkan tenaga dan biaya adalah ibadah haji. Karena itu ibadah haji ini hanya terbatas bagi setiap muslim yang mampu.
Sekalipun ibadah haji itu terasa berat tetapi tetap terasa nikmat, sebab mereka merasa semakin dekat kepada Allah SWT. Pahala ibadahnya pun juga bewrlipat ganda. Shalat yang dilaksanakan di masjid Nabawi pahalanya lipat seribu kali daripada shalat di masjid lainnya selain Masjidil Haram, sedangkan shalat di Masjidil Haram lipat seratus kali daripada shalat di masjid Nabawi, dengan kata lain lipat seratus ribu kali dibanding shalat yang dilaksanakan di masjid lainnya.
Rasulullah bersabda :
صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِى اَفْضَلُ مِنْ اَلْفِ صَلاَةٍ فِيْمَا سِوَاهُ مِنَ الْمَسَاجِدِ اِلاَّ مَسْجِدِ الْكَعْبَةِ
“Shalat di masjidku ini lebih utama dari seribu kali shalat di masjid lain kecuali masjid Ka’bah,” (HR. Muslim)
Kemudian Rasulullah juga menyatakan :
وَصَلاَةٌ فِى مَسْجِدِ الْحَرَامِ اَفْضَلُ مِنْ صَلاَةٍ فِى مَسْجِدِى هَذَى بِمِائَةِ صَلاَةٍ
“Dan shalat di masjid Haram lebih utama seratus kali daripada shalat di masjidku ini.” (HR. Ahmad)
Hadits tersebut memberikan pengertian bahwa seorang muslim yang mengerjakan ibadah haji di tanah suci Mekkah dan Madinah adalah berlipat ganda pahalanya. Belum lagi do’a yang disampaikan atau dipanjatkan kepada Allah SWT. adalah selalu dikabulkan.
Karena itu kesempatan besar bagi setiap muslim yang sedang menunaikan ibadah haji di tanah suci, mendekatkan diri kepad Allah SWT. dengan sujud dan takarrub kepada-Nya, sambil berdo’a, sebab do’a mereka itu dikabulkan oleh Allah SWT.
Sabda Rasulullah :
اَرْبَعُ دَعْوَاتٍ لاَ تُرَدُّ : دَعْوَةُ الْحَاجِّ حَتَّى يَرْجِعَ , وَدَعْوَةُ الْغَازِى حَتَّى يَصْدُرَ , وَدَعْوَةُ الْمَرِيْضِ حَتَّى يَبْرَأَ , وَدَعْوَةَ الاَخِ لِاَخِيْهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ , وَاَسْرَعُ هَؤُلاَءِ الدَّعْوَاتِ اِجَابَةً دَعْوَةُ الاَخِ لِاَخِيْهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ
“Ada empat golongan yang do’anya tidak ditolak, yaitu do’a orang yang sedang menunaikan ibadah haji hingga kembali, do’a orang (Islam) yang berperang hingga pulang (dari peperangan), do’a orang sakit hingga sembuh, dan do’a seorang muslim bagi sesama muslim yang sudah meninggal. Dan yang paling cepat dikabulkan adalah do’a seorang muslim bagi sesama muslim yang sudah meninggal.” (HR. Dailami dari Ibnu Abbas).
Ada tempat – tempat mustajab uantuk berdo’a bagi jama’ah haji yang sedang memanjatkan do’anya kepada Allah SWT. misalnya di “Multazam” yaitu tempat yang terletak antara pintu Ka’bah dengan Hajat Aswad. Di tempat-tempat inilah para hujjaj memohon kepada Allah sesuai dengan maksud, hajad dan keperluan mereka.
Di tempat inilah para jama’ah dapat mengadukan permasalahn hidup yang menyangkut dosa dan kesalahan yang pernah dilakukannya dan sekaligus mereka bisa memohon ampun atas kesalahan dan dosa-dosanya itu kepada Allah SWT; lalu mereka minta diterima ibadahnya, minta keselamatan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat, tercukupi rizki dan ketentraman rumah tangga.
Di tempat ini pula para jama’ah tentu merasa sangat haru, bergembira dan bahagia, sebab dapat sujud dan berdiri di dekat Ka’bah sambil menatap kebesaran dan keagungan Allah SWT. sehingga mereka tidak mampu menahan tangis dan menetesnya air mata yang membasahi pipi mereka, di situlah mereka betul-betul merasa kecil dan tidak berdaya sama sekali di hadapan Allah SWT.
Kemudian “Hijir Ismail” yaitu tempat yang mustajab terletak di sebelah utara Ka’bah, tempat ini bentuknya seperti pagar setengah tembok melingkar setengah lingkaran. Hijir ini dibangun oleh Nabi Ibrahim AS. sewaktu beliau membangun Ka’bah bersama putranya Isma’il AS. Di tempat inilah para jama’ah haji berdo’a kepada Allah.
Lalu di “Maqam Ibrahim”, adalah jug tempat yang sangat mustajabah, Maqam ini berupa sebuah batu yang ditutup dengan kaca (fiber glass) dan dibentuk runcing tirus di bagian atasnya dengan warna kuning emas. Batu ini sebagi tempat pijakan kaki Nabi Ibrahim AS. sewaktu membangun Ka’bah bersama putranya. Di tempat inilah para hujjaj dapat memanjatkan do’a kepada Allah SWT.
Firman Allah SWT :
فِيْهِ ءَايَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَقَامُ إِبْرَاهِيْمَ
“Padanya terdapat tanda – tanda yang nyata ( diantara ) Maqam Ibrahim.” (QS; Ali Imran 97)
Dalam melaksanakan ibadah haji hendaknya para jama’ah haji menghindarkan diri dari amaliyah-amaliyah yang dilarang oleh agama; dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya, seperti berbuat keji, fasik, bohong dan lain-lainnya, supaya ibadah hajinya diterima oleh Allah SWT, dan mereka kembali pulang bersih dari dosa. Dengan kata lain mendapatkan haji Mabrur. Rasulullah bersabda :
مَنْ حَجَّ للهِ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ اُمُّهُ
“Barang siapa melakukan haji tanpa berbuat keji dn tidak fasik, maka dia kembali (tidak berdosa) sebagaimana waktu diadilahirkan oleh ibunya.” (HR. Muttafaq ‘alaih dari Abu Hurairah)
Bagi saudara-saudara kita yang hendak menunaikan ibadah haji, hendaknya menanamkan niat yang tulus dan ikhlas karena Allah semata, serta semata-mata memenuhi panggilan-Nya, dan hendaknya berusaha maksimal agar mencapai haji yang mabrur. Karena haji mabrurlah yang bernilai dalam pandangan Allah SWT. dan haji mabrurlah yang dianggap haji berkualitas. Sabda Rasulullah :
اَلْعُمْرَةُ اِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةً لِمَا بَيْنَهُمَا , وَالْحَجُّ الْمَبْرُوْرُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ اِلاَّ الْجَنَّةِ
“Umrah ke umrah lainnya adalah penghapus dosa antara keduanya. Dan haji yang mabrur tidak ada lagi balasannya kecuali surga.” (HR. Bukhari Muslim)
Sebagian dari tanda haji mabrur adalah haji yang dikerjakan sesuai dengan ketentuan, mengikuti cara-cara yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. dan dikerjakan tanpa tercampur dengan perbuatan dosa atau maksiat kepada Allah SWT, sehingga ada harapan memperoleh surga Allah SWT.
Setelah pulang ke negerinya meningkatkan keistiqamahan dalam beribadah, memperindah akhlak, meningkatkan kepedulian kepada sesama dan menjadi teladan bagi masyarakat sekelilingnya.
Bagi kita yang belum terpanggil untuk menunaikan ibadah haji, mudah-mudahan Allah SWT. segera memberikan anugerah tersebut pada tahun-tahun yang akan datang, diberi kemurahan rizki dan kesehatan serta kesadaran untuk melaksanakannya. Terutama bagi kita yang telah diberi kelebihan rezeki oleh Allah, ssegeralah untuk berangkat melaksanakan ibadah haji ke tanah suci dan ziarah ke pusara Rasulullah SAW. sebelum kedahuluan malaikat pencabut nyawa yang menyebabkan kita akan menyesal di kemudian hari.
Demikian khutbah yang dapat saya sampaikan siang ini, mudh-mudahan berkenan dan bermanfaat bagi kita semua. Amin.
بَارَكَ الله لِى وَلَكُمْ فِى الْقُرْأَنِ الْعَظِيْمِ , وَنَفَعَنِى وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الأَيَاتِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ , وَتَقَبَّلَ مِنّى وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَه , إِنَّه هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ , وَقُلْ رَّب اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْن .

Tulisan Lain Terkait



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silakan berikan kritik dan saran! Terimakasih.